Jangan Asal Apply! Waspada Penipuan Lowongan Kerja
Kondisi pasar kerja yang begitu ketat di tengah-tengah tingginya persentase pengangguran di Indonesia, membuat masyarakat mudah tergiur oleh berbagai informasi lowongan kerja. Dengan iming-iming akan mendapatkan kerja secepatnya, mendapatkan gaji besar, atau proses seleksi yang mudah membuat masyarakat tertarik untuk sesegera mungkin mendaftarkan diri mereka dalam lowongan pekerjaan tersebut.
Menurut data dari Internasional Fraud Awareness Week 2025 menyatakan bahwa Indonesia telah mencatat kasus penipuan lowongan pekerjaan sebesar 38% se-Asia Pasifik dan 62% dari total penipuan lowongan kerja di Asia. Penipuan lowongan pekerjaan bisanya ditujukan untuk menipu calon pelamar agar penipu dapat mendapatkan uang serta informasi data pribadi korban.
Modus yang dilakukan oleh penipu dalam penipuan lowongan pekerjaan palsu, biasanya dilakukan dengan mengharuskan pelamar untuk membayar biaya administrasi agar dapat melamar pekerjaan tersebut. Selain itu, penipu juga menerapkan teknik pishing untuk dapat mengakses informasi data prinbadi korban agar dapat mengakses akun penting korban.
Merujuk data SEEK, bidang administrasi menjadi salah satu sasaran uatama praktik penipuan lowongan pekerjaan. Selain itu, bidang manufaktur, transportasi, logistik, ritel, dan produk konsumer pun menjadi sasaran penipuan. Hal ini dikarenakan tidak adanya tuntutan gelar khusus atau pengalaman Panjang dalam bidang tersbut, sehingga menjadi sasaran empuk menjadi praktik penipuan lowongan pekerjaan.
Beredarnya informasi penipuan lowongan pekerjaan menjadi kekhawitaran yang serius di masyarakat. Untuk itu, Masyarakat perlu mengenal ciri-ciri dari penipuan lowongan pekerjaan itu sendiri diantaranya:
1. Adanya tawaran gaji yang tidak masuk akal. Modus penipuan lowongan pekerjaan biasanya dicirikan dengan adanya penawaran gaji yang begitu tinggi dengan tanggung jawab pekerjaan minim. Modus ini biasanya ditujukan untuk menarik perhatian pelamar agar mengirimkan lamaran mereka terhadap lowongan tersebut.
2. Mengharuskan membayar administrasi. Dalam laman lowongan kerja resmi, perusahaan tidak pernah mengharuskan para pelamarnya untuk membayar biaya administrasi terkait pendaftaran rekrutmen lowongan pekerjaan. Patut dicurigai apabila terdapat lowongan pekerjaan yang mengharuskan membayar biaya administrasi dalam proses rekrutmennya.
3. Deskripsi pekerjaaan yang tidak jelas. Tidak adanya deskripsi terkait tanggung jawab seperti apa yang akan diberikan kepada para pelamar kerja, biasanya dapat menjadi salah satu ciri modus penipuan lowongan pekerjaan. Dalam informasi lowongan pekerjaan, biasanya perusahaan mencantumkan deskripsi pekerjaan yang dibutuhkan dalam perusahaan terkait. Informasi lowongan pekerjaan senantiasa diiringi oleh informasi bidang yang ditawarkan oleh perusahaan, kualifikasi pelamar kerja, serta deskripsi tanggung jawab secara singkat yang perlu dilakukan oleh pelamar kerja.
4. Informasi iklan tidak ada di web resmi Perusahaan. Ketika mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, para pelamar perlu melakukan pengecekan ulang terhadap web perusahaan terkait untuk mengkonfirmasikan apakah informasi tersebut benar adanya. Ketika informasi lowongan pekerjaan tersebar secara luas namun di web resmi perusahaan tidak ada informasi tertera terkait lowongan tersebut maka segera batalkan pendaftaran lamaran kerja tersebut.
5. Tidak mempermasalahkan kualifikasi dan pengalaman. Setiap perusahaan tentunya senantiasa memberikan kualifikasi yang jelas pada informasi lowongan pekerjaan yang mereka tawarkan. Dan dalam kualifikasi tersebut senantiasa dicantumkan poin terkait pengalaman pelamar kerja. Biasanya perusahaan memberikan kualifikasi bagi para pelamar minimal memiliki pengalaman di bidang terkait selama beberapa waktu.
6. Tidak mengadakan proses seleksi. Tidak adanya proses seleksi bukan menjadi kabar baik bagi pelamar kerja, justru hal tersebut menjadi awal mula kecurigaan. Biasanya dengan iming-iming tidak adanya proses seleksi, tentu akan menggugah niat para pelamar kerja untuk segera mendaftarkan diri mereka. Namun, perlu diingat bahwa setiap perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan tentunya senantiasa mengadakan proses seleksi bagi para pelamarnya untuk dapat bergabung menjadi karyawan tetap perusahaan terkait.
7. Nomor kontak yang dapat dihubungi bukan merupakan nomor profesional. Dalam informasi lowongan pekerjaan, tertera nomor yang dapat dihubungi apabila pelamar kerja ingin mengirimkan lamaran mereka atau melakukan interaksi dengan perusahaan terkait pengiriman lamaran kerja. Setiap perusahaan tentunya memiliki nomor profesional untuk hal tersebut. Apabila nomor tersebut merupakan kategori nomor ponsel, maka patut dicurigai dan perlu dilakukan pengecekan kembali terhadap situs perusahaan resmi terkait nomor profesional perusahaan.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari modus penipuan lowongan kerja dapat dilakukan dengan cara:
1. Selalu melakukan riset terkait perusahaan yang dituju sebelum melamar pekerjaan. Mencari informasi lebih mendalam di laman web atau media sosial perusahaan terkait dapat menjadi satu langkah awal untuk mencegah dan melindungi diri dari modus penipuan. Ingat langkah sekecil apapun dapat menentukan karirmu di masa depan.
2. Hindari pemberian informasi pribadi kepada pihak yang belum jelas identitas dan reputasinya. Jika lowongan pekerjaan yang tertera berasal dari perusahaan yang belum memiliki kejelasan identitas dan reputasinya, maka perlu dicurigai. Jangan sampai kamu memberikan semua bentuk informasi pribadi yang kamu miliki untuk mendaftar ke dalam lowongan tersebut. Cek terlebih dahulu apakah informasi lowongan tersebut berasal dari perusahaan yang dapat dipercaya atau tidak agar data pribadimu tetap aman dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
3. Cek ulang Alamat email, perhatikan alamat email yang digunakan oleh Perusahaan. Apabila email yang tertera pada informasi lowongan kerja merupakan akun yang tidak profesional maka patut di cek kembali apakah email tersebut merupakan email resmi perusahaan atau email oknum penipuan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan di website perusahaan resmi terkait email yang dimiliki perusahaan tersebut.
4. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan jika terdapat tawaran kerja yang terdengar berlebihan untuk menjadi nyata atau jika perusahaan memaksa kamu untuk segera mendaftarkan diri terhadap lowongan pekerjaan tersebut.
5. Waspada terhadap lowongan yang terlalu umum tanpa adanya informasi spesifik mengenai tanggung jawab serta kualifikasi yang dibutuhkan. Jika tidak ada kualifikasi tertera yang dicantumkan dalam informasi lowongan kerja perusahaan, maka kamu perlu waspada akan informasi tersebut.
6. Gunakan situs pencari lowongan kerja yang terpercaya untuk menghindari lowongan kerja palsu. Pastikan dalam mencari lowongan pekerjaan kamu senantiasa mengakses web resmi agar informasi lowongan pekerjaan yang didapatkan merupakan lowongan kerja yang valid
Pada dasarnya, untuk memperoleh pekerjaan tetap diperlukan kehati-hatian agar tidak merugikan diri sendiri. Pahami ciri pada modus penipuan lowongan pekerjaan, serta lakukan langkah-langkah yang tepat untuk menghindari penipuan lowongan pekerjaan. Tetap waspada dan selalu melakukan pengecekan sebelum mengambil keputusan untuk menentukan arah karirmu.
Penulis:
Aulia
Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam